Fast Respon email info.tunasjaya@gmail.com telp +62-271-7781145
 
Join Us
    
Visitor
Flag Counter

Articles

Kembangkan Bisnis Ke Ranah Internasional
Wednesday, 16 March 2016 | 10:08 WIB
By : Career News UGM - view : 334

Usianya masih tergolong muda, tapi siapa sangka lulusan jurusan Ilmu Komunikasi UGM ini telah menjalankan bisnis di bidang mebel yang cukup rumit dijalankan. Mahfirotika Wahyu Widiawati telah terjun ke dunia bisnis secara total semenjak semester enam saat masih kuliah. Awalnya memang hanya sekadar paksaan orang tua untuk mengenal bisnis mebel. Namun seiring berjalannya waktu, perempuan yang akrab disapa Tika ini justru menemukan minat yang besar untuk terus berbisnis di bidang ini.

Terjun di Saat Sulit

 

Terjun di bidang manufaktur mebel memiliki kerumitan cukup tinggi. Sebagai pendatang baru dengan usia yang masih muda, terkadang klien juga merasa ragu untuk bekerja sama. Apalagi target penjualannya berada di luar negeri. Namun berkat kegigihan dan kerja keras yang dilakukan, Tika berhasil meyakinkan klien untuk membeli produk-produk yang ia hasilkan.

 

“Sebagai pendatang baru dan masih muda, klien tentunya ragu untuk bekerja sama. Pada awalnya mereka ragu dengan kemampuan manajemen produksi saya. Namun saya terus berupaya meyakinkan klien untuk tidak ragu membeli produk yang kami hasilkan,” terang perempuan usia 22 tahun ini. Banyak tantangan dan kendala yang ia hadapi selama menggeluti bisnis ini.

 

Tika memulai bisnis pada saat industri mebel di Indonesia sedang dalam masa sulit. Banyak pengrajin yang alih profesi saat itu, sehingga meskipun permintaan banyak, Tika mengaami kesulitan dalam memproduksi barang yang dipesan. Belum lagi masalah produksi di lapangan yang sangat kompleks. Selain harus menjaga kualitas, ia juga harus memastikan ketepatan waktu pengiriman barang kepada klien. “Belajar dari pengalaman tersebut saya menjadi lebih matang dalam setiap transaksi,” ujar Tika.

 

Cermat dan Pantang Menyerah

 

Keinginan menghidupkan kembali daerah asalnya yakni Sukoharjo menjadi sentra industri rotan menyebabkan Tika terus maju di bisnis mebel. 95% dari hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Menghadapi klien dari latar belakang budaya yang berbeda tentu membutuhkan strategi yang tepat. Keahlian berkomunikasi sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman dalam setiap transaksi.

 

“Kemampuan berkomunikasi sangat penting untuk menjalankan bisnis ini karena pembelinya berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Kita juga harus cermat, pantang menyerah dan terus berinovasi agar tidak tergerus dengan perkembangan zaman,” papar Tika yang juga aktif sebagai executive director di ASEAN Furniture Industries Council.

 

Disamping itu, ia juga harus mempelajari selera pasar agar produk yang dihasilkan sesuai dengan tren yang berkembang. Meskipun saat kuliah tidak mempelajari masalah mebel, jurusan Ilmu Komunikasi yang ia ambil memberinya bekal pengetahuan tentang periklanan dan public relations. “Saya lebih banyak belajar dari lingkungan untuk bisnis ini. Namun jurusan yang saya ambil memberi saya bekal tentang periklanan dan public relations yang sangat bermanfaat dengan kemajuan saya saat ini,” ujar Tika dengan mantap.

 

Tika menambahkan, ia adalah tipe orang yang tidak bisa bekerja di bawah komando orang lain, emosi berubah-ubah serta mudah merasa bosan. Ia merasa lebih nyaman menjadi seorang wirausaha yang bebas menentukan apa saja daripada harus bekerja sebagai pegawai kantoran.

 

Bagaimana dengan Anda? Bila Anda tipe orang yang ingin mandiri dan bebas menentukan hal yang diinginkan, bisnis mebel bisa menjadi pilihan yang menarik dan menantang. Jangan ragu mencoba hal yang Anda yakin mampu melakukannya.

More Articles
 
Copyright © 2005-2016 tunasjayarattan All Rights Reserved
Web Development by YOGYAweb
Shipping
  
Support By